You are Smart , Ladies !

المراة ناقصة....الحديث
Ketika melihat secara tekstual hadits tersebut, banyak orang berpemahaman bahwa akal dan agama seorang wanita itu tidak sempurna , terlebih ketika pemahaman ini terdengar di kalangan orang - orang yang nyinyir terhadap islam. Sebagian dari mereka menyatakan bahwa islam tidak menjunjung tinggi perempuan bahkan merendahkannya pada posisi yang tidak layak . Is It right ?
 TIDAK . Pemahaman seperti ini sangat tidak layak untuk diekspos di khalayak karena ketidaksesuaiannya dengan nash, fakta , dan realita. Tidak perlu memandang terlalu jauh , salah satu bukti nash akan dijunjunjung tingginya martabat kaum hawa ialah pengabadian Tuhan dengan menyisipkan 'nama' nya di dalam Al Quran . contohnya : An Nisa ( perempuan ) . Jika Islam merendahkannya , mustahil ia berada dalam deretan kalam ilahi. Lalu, Bagaimana realita ny ? Di era sekarang ini banyak sekali wanita yang ikut berkiprah dalam lingkup kepemimpinan . Ia bukan hanya menjadi seorang Ibu, ataupun pengatur rumah tangga, tapi ia turun ke ranah masyarakat untuk memimpin ummat. Jika bukan karena pemikiran dan wawasan agama yang cukup, kenapa ia berani terjun ke lapangan ummat ? Tidak mungkin jika tidak disertai ilmu.
Adapun pemahaman yang benar dari redaksi hadits tersebut, bahwasannya wanita tidak shalat dan berpuasa dalam masa menstruasi , sehingga secara dzohir ia terlihat berkurang amal ibadahnya . Namun, bukan berarti ia tidak sempurna dalam beragama secara mutlak. Begitupun hubungannya dengan akal. Wanita adalah sosok yang cerdas , penuh empati , dan lemah lembut. Dalam satu waktu ia dapat melakukan berbagai hal, kita sebut saja dengan istilah 'multitasking' . Memasak , mencuci, mengurus anak, dll ( maaf ya ladies, gak bisa disebutin satu2 , saking banyaknya kerjaan kita hhe ). Jika hal ini dikomparasikan dengan aturan fikih ,tentu akan membuka setiap naluri pemikir agar lebih ber toleran dalam menilai. Dikatakan bahwa kesaksian seorang perempuan itu bisa diakui dan mu'tamad jika bersumber dari dua orang , tetapi berbeda dengan laki - laki yang cukup mendatangkan seorang diri. Secara sepintas, mungkin ini terlihat bermakna ' Laki laki lebih cerdas dari pada perempuan ' . Mmmm.. bisa saja. Tapi ini tidaklah mutlak. Al Quran menyerukan hal itu , karena Allah Maha Tahu akan tabi'atnya kaum perempuan yang dilingkupi dengan berbagai kesibukan. Dalam benaknya ada berbagai problema, gagasan, dan majemuk pemikiran ( seperti yang telah dipaparkan sebelumnya tentang kesibukan kaum wanita) . Jika berbagai hal terlalu menumpuk , ia sulit untuk mengingat segala hal dengan seksama . Jadi, wajar kalau dia pelupa. Maka, sangatlah perlu kesaksian dari dua orang perempuan , agar mengingatkan satu sama lain. Ada hal lain juga yang gak kalah penting nya gaes. Maksud lain dari al Mar'atu Naqishah adalah perilaku sebagian perempuan yang dapat menghilangkan akal seorang laki - laki. Jadi, naqish disini bukan berarti dirinya tidak sempurna , melainkan ia bisa menghilangkan / mengurangi akal yang lain, dalam hal ini kaum adam. Wallahu a'lam.
Lain waktu insyaallah dikutip haditsnya yang lebih lengkap 😊 .
Alexandria, 25 September 2018
03.25 am

Komentar